Monday, July 07, 2008
Partai Politik Baru Yang Lulus Verifikasi Faktual KPU 2008
1. PARTAI BARISAN NASIONAL
2. PARTAI DEMOKRASI PEMBARUAN
3. PARTAI GERAKAN INDONESIA RAYA
4. PARTAI HATI NURANI RAKYAT
5. PARTAI INDONESIA SEJAHTERA
6. PARTAI KARYA PERJUANGAN
7. PARTAI KASIH DEMOKRASI INDONESIA
8. PARTAI KEBANGKITAN NASIONAL ULAMA
9. PARTAI KEDAULATAN
10. PARTAI MATAHARI BANGSA
11. PARTAI NASIONAL BENTENG KERAKYATAN INDONESIA
12. PARTAI PATRIOT
13. PARTAI PEDULI RAKYAT NASIOA
14. PARTAI PEMUDA INDONESIA
15. PARTAI PELAJAR DAN PEKERJA INDONESIA
16. PARTAI PERJUANGAN INDONESIA BARU
17. PARTAI PERSATUAN DAERAH
18. PARTAI REPUBLIK NUSANTARA
Secara total ada 34 partai politik yang akan bertarung pada pemilu 2009. Sebanyak 16 partai politik yang lain adalah partai politik peserta pemilu 2004.
Sent from my BlackBerry® 8707g
Tuesday, July 01, 2008
Politik Menjegal Kawan Seperjalanan Oleh Menteri Sontoloyo
Para menteri sontoloyo itu adalah orang-orang partai yang seharusnya mendukung pemerintah atas segala kebijakan yang diambil. Akan tetapi, faktanya, partai-partai itu berpolitik tanpa etika. Mereka memaksakan kadernya untuk berada di kabinet tanpa memberikan dukungan kepada pemerintah. Mereka menjegal kawan seperjalanan. Taktik yang dilakukan oleh PKI.
Saya memandang apa yang dipraktekkan oleh PKS dan PPP dalam mendukung hak angket adalah praktik menjijikkan. Saya tidak bisa menerima bahwa yang mereka lakukan adalah demi kepentingan rakyat. Tidak. Mereka tidak memikirkan rakyat. Mereka memikirkan kekuasaan. Kekuasaan adalah segala-galanya bagi mereka sehingga mereka tidak lagi menggunakan etika politik untuk mencapainya.
Saya tidak setuju kenaikan harga BBM. Siapa yang setuju? Dari dulu saya tidak pernah setuju harga BBM untuk rakyat Indonesia mahal harganya. Akan tetapi, pemerintahan siapa yang tidak menaikkan harga BBM? Seharusnya PDI-P berkaca diri sebelum mengangketi pemerintah. Megawati Soekarnoputri ketika menjadi presiden juga menaikkan harga BBM. Ke mana saja wakil rakyat dari PDI-P saat itu? Bukankah tekanan terhadap APBN waktu itu tidak sedahsyat dua tahun terakhir ini?
Saya kira bukan hanya menteri-menteri dari PKS dan PPP yang sontoloyo. Bahkan para anggota DPR yang setuju hak angket sontoloyo semua. Apalagi anggota fraksi Partai Bintang Reformasi yang baru tertangkap tangan di Plasa Senayan. Benar-benar sontoloyo.
Sent from my BlackBerry® 8707g
Friday, June 27, 2008
Lupakan Politik Sejenak, Mari Ramaikan Kontes Ala Jackbook.com
Hmm...
Bicara politik nggak ada habisnya. Ada politik di mana-mana. Di lingkungan RT ada politik. Di kantor ada politik. Di senayan sana, politik dibicarakan setiap saat. Hehehe... orang tahunya politik itu yang berhubungan dengan urusan berbangsa dan bernegara saja. Padahal, di bidang ekonomi pun ada politik ekonomi, di dalam bisnis ada politik bisnis. Nggak akan ada habisnya kan bicara politik?
Nah, oleh karena itu, mari rehat sejenak dari bicara politik. Kita bicara kontes saja. Tapi maaf, ini bukan kontes paha indah, kontes pinggil indah, maupun kontes payudara indah melainkan kontes ala JackBook.com.
Memangnya ada kontes ala JackBook.com?
Ada dong. Disebut kontes ala Jackbook.com karena yang menyelenggarakan adalah www.JackBook.com, A Master of Blogger. Sebuah blog yang banyak mengupas mengenai cara make money online yang setiap Jumat memberikan template Blogger gratis. Di id.jackbook.com malah disebutkan beneran sebagai kontes ala JackBook.com.
Kontes ini sangat mudah untuk diikuti. Peraturannya hanya sebagai berikut:
- Kumpulkan point sebanyak-banyaknya, karena pemenangnya adalah orang yang memiliki point paling banyak. Keberuntungan ngga berlaku disini.
- Bagaimana cara mendapatkan point?
1. 2 point x Pagerank Blog anda. Pasang link blog www.JackBook.Com di blogroll anda. 1 Point saja jika blog anda memiliki pagerank 0
2. 2 point x Pagerank Blog anda. Pasang link blog RomeUy.Com di blogroll anda. 1 Point saja jika blog anda memiliki pagerank 0
3. 5 point x Pagerank Blog anda. Buat sebuah Post yang berisi paling tidak 3 link ke
- link ke www.JackBook.com
- link ke RomeUy.Com
- link ke post kontes yang ada di JackBook.Com
Apa susahnya memberi blogroll ke www.JackBook.com, RomeUy.com dan membuat sebuah tulisan di blog yang menaut ke halaman kontes yang ada di JackBook.com? Percayalah, semua bloger dapat melakukannya.
Saya sering berkunjung ke www.JackBook.com untuk berburu template Blogger atau belajar ilmu make money online. Kalau RomeUy.com nampaknya merupakan blog baru dari Jacky Supit, aktor di balik kesuksesan www.JackBook.com. RomeUy.com adalah sebuah blog yang khusus membahas game. Nampaknya ditujukan bagi gamers Philipina. Hehehe... nggak nyambung banget sama politik...
Eh, jangan salah! Politikus juga senang main game loh. Paling tidak mereka suka mempermainkan pemerintah. Hahaha...
Siapa tahu ada yang butuh informasi game terbaru, silakan kunjungi RomeUy.com. Nggak ada salahnya kok sekali-kali main game.
Musyawarah Nasional Ikatan SMA Taruna Nusantara Tahun 2008
SMA Taruna Nusantara Magelang meluluskan alumninya untuk pertama kali pada tahun 1993. Sebanyak 275 siswa dari 281 siswa yang dilantik pada tanggal 14 Juli 1990 melalui upacara Parasetya Siswa yang dipimpin oleh Panglima ABRI Jend. TNI Try Soetrisno sebagai Inspektur Upacara dilantik menjadi alumni melalui sebuah upacara Prasetya Alumni. 275 alumni pertama siap terjun ke masyarakat untuk melanjutkan pendidikan atau bekerja. Kini, pada 21 Juni 2008 yang lalu, SMA Taruna Nusantara kembali melakukan upacara Prasetya Alumni untuk angkatan ke 16. Tidak terasa sudah 16 angkatan diluluskan oleh SMA Taruna Nusantara Magelang.
Pada tahun 1994, setahun setelah lulus, para alumni Angkatan I SMA Taruna Nusantara memelopori berdirinya sebuah ikatan alumni yang diberi nama Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara yang disingkat IKASTARA. Spanjang sejarah berdirinya, IKASTARA telah memiliki dua Ketua Umum yaitu Anang Kurniawan Hanudji (alumni Angkatan I) dan Takwa Fuadi Samad (alumnus Angkatan II). Kedua Ketua Umum IKASTARA itu menjabat dalam dua periode masa jabatan. Sebagaimana pasal mengenai jabatan presiden di Republik Indonesia, maka Ketua Umum IKASTARA maksimal hanya boleh dijabat selama 2 kali berturut-turut dan setelah itu alumnus yang bersangkutan tidak boleh lagi mencalonkan diri.
Pada 28 Juni 2008 yang akan adatang, IKASTARA akan melaksanakan Musyawarah Nasional V untuk menerima laporan Pertanggungjawaban Ketua Umum periode 2005 - 2008, mengubah AD/ART dan memilih Ketua Umum periode 2008 - 2011. Ada tiga alumni SMA Taruna Nusantara yang telah ditetapkan menjadi Calon Ketua Umum yang berhak untuk dipilih pada Munas nanti yaitu:
- Dr. Agung Wicaksono, M.Sc. MBA, alumnus Angkatan III
- dr. Herbert Situmorang, SPOG, alumnus Angkatan II
- Syarif Syahrial, Alumnus Angkatan V
Pada Munas 2008 ini, IKASTARA memulai babak baru dalam proses pemilihan Ketua Umumnya. Baru pertama kali ini Panitia Munas yang dibentuk oleh Badan Musyawarah IKASTARA memberikan kesempatan kepada alumni SMA Taruna Nusantara untuk mencalonkan diri menjadi Bakal Calon Ketua Umum yang kemudian ditetapkan menjadi Calon Ketua Umum. Baru kali ini juga alumni selama tiga minggu mengalami masa kampanye yang gegap gempita. Para Calon Ketua Umum berkampanye melalui berbagai media, yaitu: website pencalonan, Forum Ikastara, mailing list IKASTARA. Bahkan, Calon Ketua Umum juga melakukan kampanye ke kantong-kantong alumni SMA Taruna Nusantara yang ada di Indonesia dan luar negeri, di antaranya:
- Bandung
- Semarang
- Yogyakarta
- Solo
- Surabaya
- Balikpapan
- Medan
- Denpasar
- Singapura
Momen Munas IKASTARA 2008 ini juga memberikan gairah tersendiri kepada IKASTARA karena semakin banyak alumni SMA Taruna Nusantara yang tergerak untuk ikut berkarya dan maju bersama IKASTARA, termasuk dalam hal ini adalah memajukan IKASTARA itu sendiri.
Yang menarik dari ketiga figur Calon Ketua Umum adalah ketiganya telah menyelesaiakan pendidikan Pasca Sarjana. Agung Wicaksono sudah mendapatkan gelar doktor, Herbert Situmoran sudah menjadi seorang dokter spesialis dan Syarif Syahrial saat ini menjadi mahasiswa program doktoral di Pasca Sarjana FEUI. Sungguh mantap!
Thursday, June 05, 2008
Barack Obama Kulit Hitam Pertama Yang Menjadi Calon Presiden Amerika
Kemenangan di atas menjadi tonggak sejarah baru bagi Amerika Serikat, yaitu orang berkulit hitam pertama yang menjadi calon presiden Amerika. Kalau Barack Obama menang nanti, dia akan menjadi orang kulit hitam pertama yang menjadi presiden Amerika. Kalau itu terjadi (saya berharap demikian) maka kita akan melihat bahwa presiden Amerika berkulit hitam bukan hanya ada di film melainkan juga ada di dunia nyata.
Sebenarnya, Partai Demokrat membawa dua tonggak sejarah ketika Obama dan Hillary Clinton bersaing. Satu kulit hitam, satunya wanita. Salah satu yang menang tetap akan menjadi sejarah.
Saya berharap Partai Demokrat menang pemilu kemudian Obama menjadi presiden AS. Pasukan Amerika ditarik dari Irak, AS tidak haus darah dan gemar menggelar perang seperti biasa dilakukan ketika Partai Republik berkuasa. Lihat Bush senior dan yunior!
Nah, efek selanjutnya, siapa tahu bisa membuat harga minyak dunia turun. Saya ingin melihat apabila harga minyak dunia turun, apa harga BBM akan diturunkan kembali. Wallahu alam.
Related Posts
Menteri Yang Pantas Diganti
Tes Akademik Calon Siswa SMA Taruna Nusantara TP 2008/2009
PETISI ANAK BANGSA (TUNTUTAN PEMBUBARAN IPDN)
Sukabumi Ituh Pecas Ndahe
Obat Kencing Manis Dari Biji Alpukat
--
This article was sent using my Viigo.
For a free download, go to http://getviigo.com
Moh Arif Widarto
Sent from my BlackBerry® 8707
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Wednesday, June 04, 2008
Pancasila Adalah Urusan Negara, Bukan Urusan Pribadi
Oke, sekarang saya ingin bertanya kepada Sampeyan semua manusia-manusia yang mengatakan bahwa agama adalah urusan pribadi, bukan urusan negara: apakah Sampeyan akan mengatakan yang sebaliknya untuk Pancasila? Yang saya maksud, apakah Sampeyan akan mengatakan bahwa Pancasila adalah urusan negara, bukan urusan pribadi? Yang berdasarkan Pancasila adalah negara, bukan diri pribadi setiap individu. Apakah Sampeyan akan mengatakan seperti itu?
Maaf, saya selalu gatal untuk menulis tentang Pancasila. Saya ingin membongkar habis Pancasila agar penerimaan manusia kepada Pancasila bisa secara total, termasuk menelanjangi Sampeyan semua yang mengaku setuju dan memilih Pancasila daripada dasar yang lain tetapi perilaku Sampeyan tidak mencerminkan hal tersebut.
Saya berani mengatakan bahwa Pancasila bukanlah nilai-nilai terbaik yang bisa kita jadikan dasar negara. Justru komunisme lebih baik. Mau bukti? Pandang saja Cina. Negara itu adalah negara komunis. Akan tetapi, negara itu berani menetapkan hukuman mati buat koruptor. Sementara, kita ini punya negara berdasarkan Pancasila tetapi hanya berani menghukum ringan para koruptor.
Tentu Sampeyan akan mengatakan bahwa Cina berani menghukum mati koruptor karena negara itu negara komunis. Berbeda dengan negara kita yang berdasarkan Pancasila di mana kita ini menjunjung tinggi kemanusiaan.
Oh ya? Lalu bagaimana dengan pembunuhan atas nama negara terhadap warga negaranya? Tengok saja peristiwa Tanjung Priok, Talangsari - Lampung, Tengku Bantaqiyah dan pengikutnya? Lalu pembunuhan mahasiswa dalam peristiwa Semanggi I dan Semanggi II. Di mana letak kemanusiaan itu?
Saya berani mengatakan bahwa komunisme lebih baik daripada Pancasila karena ideologi komunis mampu diterjemahkan dengan benar oleh para penganutnya. Ajaran komunis nyata-nyata memperlihatkan bahwa siapa pun yang merugikan negara akan dihukum berat. Hal ini tidak diperlihatkan oleh Pancasila. Pancasila tidak mampu membuat pengikutnya melaksanakan ajaran-ajarannya. Hal ini menegaskan bahwa Pancasila adalah nilai-nilai langit, bukan nilai-nilai bumi. Pancasila adalah nilai-nilai yang tidak dapat dilaksanakan oleh manusia sehingga oleh karenanya, tidak pantas kita sebut sebagai nilai-nilai bumi. Negara ini harus mencari nilai-nilai lain yang berasal dari bumi sehingga dapat dilaksanakan oleh mereka yang hidup menjejak bumi.
Tak ada seorang pemimpin pun di negara ini yang memiliki keberanian untuk menyediakan peti mati bagi dirinya sendiri dalam memberantas korupsi. Tengoklah Cina yang berdasarkan komunisme, pemimpinnya justru berani menyediakan peti mati untuk dirinya sendiri dalam memberantas korupsi.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah mengatakan bahwa pemberantasan korupsi akan dilakukan mulai dari rumahnya sendiri. Silakan Presiden beberkan apakah lingkungan Rumah Tangga Kepresidenan bebas korupsi. Apakah pegawai-pegawai Rumgapres sudah tidak ada lagi yang suka memeras/meminta uang dari kontraktor proyek yang menang? Apakah panitia-panitia lelang pekerjaan sudah terbebas dari pengaturan pemenang dan kongkalikong lain? Pernyataan bahwa pemberantasan korupsi akan dilakukan dari rumah sendiri harus dibuktikan agar publik ini bisa percaya dengan omongannya.
Makhluk yang bersuara paling lantang untuk mempertahankan Pancasila adalah TNI. Apakah TNI sudah bebas korupsi? Apakah benar mereka itu pembela Pancasila dalam arti bahwa mereka melaksanakan ajaran-ajaran Pancasila? Atau, karena tidak ada sila yang berbunyi "Kemanusiaan Yang Bebas Korupsi" maka berarti korupsi boleh dilakukan?. Bukan rahasia lagi kalau keuangan TNI tidak dilakukan manajemennya oleh Departemen Keuangan melainkan dipegang langsung oleh Departemen Pertahanan. Indikasinya, pembayaran kepada kontraktor tidak dilakukan oleh KPKN melainkan langsung oleh tiap-tiap matra angkatan. Saya yakin keadaan seperti itu membuat keuangan TNI menjadi kurang akuntabel. Korupsi menjadi mudah dilakukan dalam keadaan seperti itu. Lalu, sedang melaksanakan Pancasilakah mereka-mereka yang mempertahankan kondisi tersebut?
Setelah TNI, marilah kita beralih ke Mahkamah Agung. Lembaga Tinggi Negara yang dipandang sebagai benteng hukum paling tinggi di negara ini. Apakah mereka mengerti Pancasila? Pantaskah sebuah Lembaga Tinggi Negara menolak untuk diperiksa keuangannya oleh Badan Pemeriksa Keuangan? Apakah Ketua Mahkamah Agung sedang melaksanakan Pancasila ketika menolak keuangan Mahkamah Agung untuk diperiksa BPK?
Lalu para anggota DPR yang terhormat. Apakah mereka itu sedang melaksanakan Pancasila ketika dengan segala cara melakukan upaya-upaya minta jatah anggaran kepada para Direktur Jenderal dari berbagai Departemen? Saya berandai-andai bahwa ada anggota DPR perempuan yang merendahkan dirinya sedemikian rupa agar partainya mendapat jatah pekerjaan dari suatu departemen. Hmmsedang melaksanakan Pancasilakah mereka?
Kini kita beralih kepada para pegawai dari lingkungan eksekutif. Pantaskah apabila ada pegawai Departemen/Kementerian/Badan baik dari golongan terendah sampai Eselon I meminta jatah uang proyek kepada pemenang lelang pekerjaan? Sedang melaksanakan Pancasilakah mereka itu ketika melakukan hal itu?
Yang terakhir, tibalah pertanyaannya kepada Sampeyan manusia-manusia yang setuju Pancasila dan memilih Pancasila daripada nilai-nilai yang lain -, apakah Sampeyan sudah melaksanakan Pancasila? Seperti apakah pelaksanaan Pancasila yang Sampeyan kerjakan?
Beri contoh saya Ketuhanan Yang Maha Esa itu pelaksanaannya bagaimana? Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab itu pelaksanaanya seperti apa? Persatuan Indonesia itu implementasinya macam mana? Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan itu bagaimana melakukannya? Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia itu bagaimana mewujudkannya?
Ada satu pertanyaan menggelitik: apakah pemilihan Presiden dan Wakil Presiden secara langsung itu sesuai dengan Pancasila? Bukankah sila keempat berbunyi: Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan? Di manakah letak permusyawaratan/perwakilannya?
Konsekuen dong. Kalau sudah memilih Pancasila daripada nilai-nilai atau ideologi yang lain, ya dilaksanakan dong. Jangan banyak berkilah!
Related Posts
Negara Kita Adalah Negara Agama
Pancasila Nilai-nilai Langit atau Bumi?
Menteri Yang Pantas Diganti
Menagih Janji Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Mari Peduli
http://moharifwidarto.com/2008/06/pancasila-adalah-urusan-negara-bukan-urusan-pribadi/
--
This article was sent using my Viigo.
For a free download, go to http://getviigo.com
Moh Arif Widarto
Sent from my BlackBerry® 8707
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Monday, June 02, 2008
Pancasila Nilai-Nilai Langit Atau Bumi?
Hari ini dipercaya sebagai hari lahir Pancasila. Pada 1 Juni 1945 dulu Ir. Soekarno membawakan pidato di dalam sidang BPUPKI. Beliau mengenalkan lima falsafah bangsa yang diberi nama Pancasila. Namun, isinya tidak seperti rumusan Pancasila saat ini.
Pancasila dipercaya sebagai nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Oleh karenanya, sementara penguasa menyatakan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa. Lebih jauh, Pancasila dipaksakan menjadi dasar negara berdasarkan alinea keempat Pembukaan UUD 1945. Selain itu, Pancasila dinyatakan sebagai ideologi negara.
Enampuluh tiga tahun sudah usia Pancasila. Umur yang tidak dapat dikatakan muda. Sayangnya, nilai-nilai luhur Pancasila semakin tinggi menggantung di langit. Luhur memang berarti tinggi, setidaknya dalam Bahasa Jawa dan Sunda. Lalu, apakah karena Pancasila merupakan nilai-nilai luhur alias nilai-nilai tinggi maka Pancasila menjadi tidak dapat diterapkan oleh para penganutnya?
Tak kurang-kurang saya menyatakan bahwa bahkan pencetus Pancasila sendiri tidak konsisten dengan nilai-nilai tersebut. Bung Karno pernah memeras Pancasila menjadi Trisila alias tiga sila. Lebih jauh, Bung Karno pernah mencetuskan Nasakom, yaitu Nasionalis, Agama dan Komunis. Sungguh mengherankan, pencetus Pancasila mengkhianati sendiri sila pertama Pancasila dengan memberi tempat bagi komunisme yang atheis.
Masih berhubungan dengan nilai-nilai luhur, mungkin karena itu pula maka Pancasila dikatakan sebagai Pandangan hidup bangsa. Kita semua tahu bahwa benda yang dijadikan pandangan memang biasa diletakkan di tempat yang tingi. Lihat saja lukisan atau foto-foto di rumah kita, benda-benda itu kita letakkan di tempat yang tinggi. Minimal relatif lebih tinggi dari jangkauan anak-anak.
Kita semua juga tahu bahwa benda-benda pajangan yang menjadi pandangan itu memang hanya menjadi pandangan. Hanya menjadi santapan mata belaka, bukan menjadi hal-hal yang lain. Seperti itulah, yang terjadi di negara kita saat ini. Pancasila dijadikan pandangan hidup alias pajangan belaka. Berbeda dengan Islam yang menjadi way of life alias jalan hidup sehingga para penganutnya menjalankan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila? Oh… Ia cukup hanya menjadi pandangan saja, bukan untuk dilaksanakan.
Kita semua mendengar bahwa ada tokoh yang mengatakan bahwa apabila pemerintah memahami Pancasila maka pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM. Lalu, apakah hal itu juga berarti bahwa dulu Megawati Soekarnoputri juga tidak paham Pancasila ketika menaikkan harga BBM pada saat putri Bung Karno itu berkuasa? Kalau begitu, makin lengkap saja perbendaharaan saya mengenai fakta bahwa orang-orang Indonesia tidak paham dan tidak dapat melaksanakan Pancasila.
Mengenai Pancasila sebagai Dasar Negara saya sudah pernah membahas pada tulisan lain. Saya tidak akan mengulang lagi. Yang pasti, menurut saya, kalau tidak disebutkan dalam salah satu pasal dalam UUD 1945, maka kedudukan Pancasila sebagai Dasar Negara hanya merupakan klaim tanpa dasar. Saya tidak mau lagi dibohongi dengan pelajaran bahwa UUD 1945 terdiri dari 3 kesatuan yang tunggal yaitu Pembukaan, Batang Tubuh dan Penjelasan. Maaf, kok jadi seperti ajaran tritunggal alias trinitas?
Bagi para penerima Pancasila, tunjukkan bahwa Pancasila itu bukan nilai-nilai langit melainkan nilai-nilai bumi. Nilai-nilai yang dapat kalian laksanakan. Gombal menerima Pancasila sebagai ideologi kalau kalian tidak mau melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari. Atau, kalian mau berkelit bahwa Pancasila adalah Dasar Negara sedangkan kalian bukan nagara? Atau, kalian akan menghindar bahwa Pancasila adalah pandangan hidup bangsa sedangkan kalian bukan bangsa?
Sungguh mengenaskan nasib Pancasila. Pada usianya yang ke-63, ia belum dapat dilaksanakan oleh para penerimanya.
Wednesday, April 23, 2008
Begitu Dong Pak Agum
Nah, begitu dong Pak Agum. Mengapa harus menunggu massa Sampeyan beraksi seperti kemarin? Atau, supaya saya punya bahan ngeblog?
